Minggu, 28 November 2010

FISIOLOGI PART 2

Fisiologi Pertemuan 2



ENDKOKRINOLOGI

Endrokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormone dan aktivitasnya.
Hormon adalah satu dari sistem komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya dalam jumlah yang sangat kecil,namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik.
Hormon terdiri dari:
  • Senyawa kimia.
  • Ada dalam darah dengan kadar yang sangat rendah.
  • Fungsinya sebagai metabolisme jaringan.
Disekresikan langsung oleh sel khusus kelenjar endokrin.

Klasifikasi Hormon

1.Berdasarkan struktur kimia.
  • Hormon protein.
  • Hormon steroid.
  • Hormon asam amino.
  • Zat kimia yang menyerupai hormon.

2.Berdasarkan fungsi.
  • Hormon perkembangan.
  • Hormon metabolisme.
  • Hormon trofik.
  • Hormon pengatur metabolisme mineral dan air.
  • Hormon pengatur system kardiovaskuler.

Sintesis Hormon Protein

Langkah-langkahnya dengan transkripsi yaitu proses pembentukan RNA yang terbentuk akan menjadi bahan baku dalam proses selanjutnya yang berlangsung di dalam inti sel. Dan ada juga dengan langkah translasi, yaitu RNA meninggalkan inti sel dengan membran inti sel dan masuk ke dalam sitoplasma.

SISTEM PENCERNAAN

Cara memperoleh makanan.
Hewan heterotof kemampuannya untuk mengsintesis senyawa organik sangat terbatas dan memenuhi semua kebutuhannya dari tumbuhan dan hewan lain.
Hewan mesotrof hewan yang dapat mensintesis sendiri berbagai senyawa organic namun masih memerlukan faktor pertumbuhan  yang tidak dapat disintesis sendiri sehingga tetap memerlukan senyawa organik.
Cara memperoleh makanan harus di dukung oleh alat yang memadai, yaitu organ pencernaan makanan yang berfungsi mengubah bahan makanan kompleks menjadu sederhana, menyerap hasil pencernaan serta membawanyake dalam darah. Juga mengeluarkan sisa makanan yang tidak tercerna tidak terserap oleh tubuh.

Pencernaan Makanan.
  1. Hewan tingkat rendah, yaitu tidak ada organ pencernaan dan pencernaannya secara intraseluler terjadi di dalam vakuola makanan.
  2. Hewan tingkat tinggi, yaitu makan dicerna di dalam saluran yang sudah berkembang dengan baik. Pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastrointestinal.
Hewan tingkat tinggi terdiri dari daerah penerimaan, daerah penyimpanan, dan daerah pencernaan juga peyerapan.

SISTEM SIRKULASI

Makanan sisa metabolisme gas respiratori berdipusi melalui ruang antar sel dengan mudah. Proses berlangsung sangat lambat dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan, memiliki aktivitas metabolisme yang tinggi.

Fungsi Sistem Sirkulasi.
  1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen.
  2. Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh.
  3. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh.
  4. Mennyebarkan tekanan/kekuatan.

Sistem Sirkulasi Pada Hewan

Bervariasi tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan. Hewan tingkat rendah (Sederhana), Hewan tingkat tinggi lebih lengkap.

Komponen Sistem Sirkulasi
  1. Jantung.
  2. Pembuluh.
  3. Cairan tubuh.

Jantung.
Merupakan penyusun sistem sirkulasi yang berfungsi sebagai pompa penggerak cairan tubuh disepanjang pembuluh. Ada dua jenis jantung, yaitu jantung tubuler atau vaskuler dan jantung berongga.

Jantung pada mamalia
  1. Terletak di daerah dada dan dibungkus oleh perikardium.
  2. Memiliki empat rongga, yaitu dua ruang serambi yang berdinding lebih tipis dan dua ruang bilik yang berdinding lebih tebal.
Kecepatan denyut jantung dipengaruhi saraf simpetis, yaitu untuk mempercepat denyut jantung dan saraf vagus, yaitu untuk memperlambat denyut jantung.

Pembuluh.
Yaitu saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar ke seluruh tubuh yaitu oleh pembuluh darah dan pembuluh limfe.

Pembuluh Darah.
Merupakan saluran khusus untuk mengalirkan darah. Pada vertebrata sistem pembuluh darah terdiri atas pembuluh arteri yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar dari jantung. Pembuluh kapiler yaitu pembuluh darh terkecil dalam system sirkulasi yang berfungsi tempat terjadi pertukaran gas dan zat lainnya antara pembuluh darah dan sel jaringan. Pembuluh vena yang paling kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler.

Cairan Tubuh.
Cairan tubuh 70% ada di cairan intrasel 45% dan di cairan ekstrasel 25%.
Cairan ekstrasel ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda. Yaitu:
  1. Cairan jaringan.
  2. Cairan darah.
  3. Cairan limfe.
  4. Hemolimfe.
Fungsi darah adalah untuk mempertahankan kondisi lingkungan dalam keadaan relative konstan yang mana mekanismenya disebut homoestatik.
Cairan darah yaitu cairan di dalam pembuluh darah yang beredar ke seluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung. Cairan darah tersusun atas sel darah dan sel plasma darah.

MIKROBIOLOGI PART 2

Mikrobiologi Pertemuan 2

A.     Pertumbuhan populasi
pertumbuhan adalah penambahan secara semua komponen sel suatu jasad.pada jasad bersel yunggal uniseluler yaitu pembelahan atawu perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlah individu artinya pembelahan sel pada bakteri akan menghasilkan pertambahan juymlah sel bakteri  itu sendiri. Pada jasad bersel banyak atau multiseluler pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya tetapi hanya merupakan pembentukan jaringan atau bertambah besar jasadnya.
Dalam pertumbuhan mikrobia harus dibedakan antara:
  1. Pertumbuhan popoulasi.
  2. Penghitungan waktu generasi.
  3. Pengukuran pertambahan.
  4. Pertumbuhan populasi mikroba.

Fase-fase Pertumbuhan
  1. Fase permulaan.
  2. Fase prtumbuhan yang dipercepat.
  3. Fase pertumbuhan logaritma.
  4. Fase pertumbuhan yang mulai dihambat.
  5. Fase stasioner maksimum.
  6. Fase kematian dipercepat.
  7. Fase kematian logaritma.

B.  Faktor Lingkungan Mikroba
Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh factor lingkungan abiotik dan biotic. Mengakibatkan perubahan sifat morfologi mikroba. Beberapa kelompok mikroba sangat resisten terhadap perubahan faktor lingkungan dan dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.
Faktor abiotik;
  1. Suhu.
  2. Kandungan air.
  3. Tekanan osmotik.
  4. Ion-ion dan listrik.

Mikroba Termofil
Mikroba termofil obligat adalah mikroba yang tidak tumbuh di bawah suhu 30 derajat celsius dan mempunyai suhu pertumbuhan optimum pada 60 derajat Celsius. Mikroba termofil fakultatif  yaitu mikroba yang dapat tumbuh di bawah suhu 30 derajat celsius.

C.  Interaksi Antar Berbagai Macam Populasi Mikroba.
  1. Netralisme.
  2. Komensalisme.
  3. Sinergisme.
  4. Mutualisme.
  5. Kompetisi.
  6. Amensalisme.
  7. Parasitisme.
  8. Predasi.

Fungsi Nutrisi Untuk Mikroba
Bahan makanan yang di gunakan oleh jasad hidup yang berfungsi sebagai sumber energi bahan pembangun sel dan sebagai aseptor atau donor electron. Dalam garis besarnya bahan makanan di bagi menjadi tujuh golongan, yaitu ;

  • Air.
  • Sumber energi
  • Sumber karbon.
  • Sumber asetor electron.
  • Sumber mineral.
  •  Sumber tumbuh.
  • Sumber nitrogen.

Enzim Mikroba
Enzim merupakan katalisator organik yang di hasilkan oleh sel. Enzim berfungsi sebagai katalisator anorganik yaitu untuk mempercepat reaksi kimia.

Enzim berdasarkan tempat bekerjanya :
  1. Endoenzim.
  2. Eksoenzim.

Enzim berdasarkan daya katalisis :
  1. Oksidoreduktase.
  2.  Transferase.
  3.  Liase.
  4. Isomerase.
  5. Ligase.
  6. Enzim lain dengan tata nama berbeda.

Enzim berdasarkan cara terbentuknya :
  1. Enzim konsultatif.
  2. Enzim adaptif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi enzimmatik :
  1. Substrat.
  2. Suhu.
  3. Kemasaman.
  4. Penghambat enzim.
Pengahambat enzim terdiri dari, penghambat tidak bersaing, penghambat umpan balik, penghambat represor dan penghambat alosterik.

Bioenergetik Mikroba
Bioenergetik mikroba mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba.mikroba melakukan proses metabolisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia yang luar biasa banyaknya.proses ini terdiri atas katabolisme dan anabolisme.katabolisme merupakan proses perombakan bahn makanan disertai pembebasan energi.anabolisme merupakan proses biosentesis yang memerlukan.

Respirasi
Adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptor elektronnya yang terakhir. Reaksi ini lewat siklus krebs dan siklus asam glioksilat.

Katabolisme Makromolekul
  1. Peruraian karbohidrat.
  2. Peruraian lemak.
  3. Peruraian protein.
  4. Peruraian asam nukleat.

Minggu, 07 November 2010

MIKROBIOLOGI

MIKROBIOLOGI
Salah satu cabang biologi yang menelaah mengenai organisme hidup berukuran mikroskopis yang meliputi virus, bakteri, archaea, protozoa, algae dan, fungi.

Ciri umum mikroba;
Miikroba di alam secara umum berperan sebagai produsen, konsumen dan, redusen.
Sel mikroba ukurannya sangat kecil yang merupakan satuan struktur biologi. Banyak mikroba terdiri dari satu sel saja atau uniseluler dan ada juga mikro bayang mempunyai banyak sel ata multi seluler.
Setelah ditemukannya mikroskop electron dapat di lihay struktur halus di dalam sel hidup sehingga di ketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad:
1. prokariota (jasad prokariotik/primitive) yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna.
2. Eukariota (jasad eukariotik) yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.

Selain yang bersifat seluler ada mikroba yang bersifat non seluler yaitu virus.


VIRUS
Adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil dan hanya di lihat dengan mikroskop elektron.
Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetic. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan jasad hidup lain.
Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid yaitu bahan genetik RNA yang bersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang. Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion yang terdiri dari suatu molekul protein yang inpeksius. Prion menyimpan sifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida bukan di dalam RNA atau DNA.


RENTANG KERAGAMAN

 Keragaman ukuran (virus-fungi makro).
 Keragaman nutrisi (autotrof-heterotof).
 Keragaman faktor lingkungan fisik lingkungan (normal-ekstrim).

DIVERSITAS KEHIDUPAN MIKROBA

 Thermofilik
 Psikrofilik
 Acidofilik
 Alkalofilik
 Halofilik
 Barofilik
 Radiofilik
 Anaerobik
 Anaerobik Obligat
SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

A. PENEMUAN ANIMALCULUS

Lesuwenhoek (1633-1723) menemukan mikroskop yaitu alat yang sangat sederhana dengan satu lensa, jarak focus yang sangat pendek perbesaranya antara 50-300 kali dan merupakan awal terungkapnya mikroba.
Diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai animalculus atau hewan kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba seperti protozoa algae, khomir dan, bakteri.

B. TEORI DAN PENDAPAT

Teori abiogenesis yaitu animalculus timbul dengan sendirinya dari bahan-bahan mati. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman renaissance dan kemajuan pengetahuan mengenai mikroba diakibatkan semakin lama doktrin menjadi tidak terbukti.
Teori biogenesis yaitu animalculus terbentuk dari benih animalculus yang selalu berada di udara dan untuk mempertahankan pendapatnya, penganut teori membuktikan dengan berbagai percobaan.
Francesco Redi (1628-1697) yaitu ada ulat di dalam daging busuk, tidak akan berkembang biak apabila disimpan di dalam tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. Kesimpulannya bahwa ulat tidak secara spontan berkembang di dalam daging dan belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat bukan berasal dari daging itu sendiri.
Lazzaro Spallanzani (1729-1799) pada percobaan menggunakan kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Mikroba tidak muncul dengan sendirinya. Perkembangan mikroba dalam suatu bahan menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.
Louis Pasteur (1822-1896) penemuannya yang penting adalah;
a. Udara mengandung mikroba yang pembagiannya tidak merata.
b. Cara pembebasan cairan dan bahan-bahan dari mikrobia yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi.

C. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA

John Tyndall (1820-1893) percobaannya mendukung pendapat Pasteur. Cairan bahan organic dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dalam ruangan bebas debu. Hasilnya tidak akan membusukdalam waktu berbulan-bulan. Dan sebaliknya tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukkan.
Dari percobaan Tyndall ditemukan adanya;
1. Termolabil, tidak tahan pemanasan saat baktei melakukan pertumbuhan.
2. Termoresisten, bakteri sangat tahan terhadap panas.
3. Tyndalisasi, pada bakteri termoresisten bakteri dapat membentuk endospora.

D. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK

Bahan mikroba; Akan mengalami perubahan susunan kimianya. Perubahan yang terjadi adalah fermentasi dan pembusukkan.
Fermentasi adlah proses yang menghasilkan alcohol atau asam organic misalnya terjadi pada bahan yang mengandung karbohidrat. Sedangkan pembusukkan adalah proses peruraian yang menghasilkan bau busuk seperti pada bahan yang mengandung protein.

E. PENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB

Kehidupan anaerob; Mikroba yang tidak memerlukan oksigen.
Kehidupan aerob; Mikroba yang memerlukan oksigen.
Fakultatif anaerob, mikroba yang mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi, yaitu apabila ada oksigen energi diperoleh secararespirasi aerob, apabila tidak ada oksigen enrgi diperoleh secara permentasi anaerob.

F. PENEMUAN ENZIM

Pembentukan alkohol darioleh khamir merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Yang masing-masing dikatalisr oleh biokatalisator yang spesifik atau dikaenal sebagai enzim.

G. PENGGUNAAN MIKROBA
1. Untuk proses klasik.
a. Khamir untuk membuat anggur dan roti.
b. Bakteri asam laktat untuk yoghurt.
c. Bakteri asam asetat untuk vinegar.
d. Jamur aspergillus sp. untuk kecap.
e. Jamur rhyzopus sp. untuk tempe.

2. Untuk produksi anti biotik.
a. Penisilin oleh jamur penicillium sp.
b. Streptomisin oleh actinomysetes streptomyces sp.

3. Untuk bidang pertambangan.
a. Untuk proses leaching di tambang emas.
b. Desulfurisasi batu bara
c. Untuk proses penambangan minyak bumi.

4. Untuk bidang pertanian.
Untuk pupuk hayati (biofertilizer), biopestisida pengomposan dsb.

5. Untuk bidang lingkungan.
Mengatasi pencemaran limbah organik/anorganik termasuk logam berat dan senayawa xenobiotik.

Kamis, 21 Oktober 2010

Fisiologi Hewan


Fisiologi hewan
Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam pembelajaran fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan selain manusia. Fisiologi tumbuhan banyak menggunakan teknik dari kedua bidang ini.
Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup. Banyaknya subjek menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.
Ilmu-ilmu lain telah berkembang dari fisiologi mengingat ilmu ini sudah cukup tua. Beberapa turunan yang penting adalah biokimia, biofisika, biomekanika, genetika sel, farmakologi, dan ekofisiologi. Perkembangan biologi molekuler mempengaruhi arah kajian fisiologi.

Hewan akan menyesuaikan diri dengan cara;
Adaptasi
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
bereproduksi.
merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis.

Adaptasi, Aklimatisasi, dan Aklimasi
Sejumlah besar vertebrata mampu mengatur kesensitifan tubuhnya sampai mendekati tercapainya temperatur ekstrim. Dalam hal ini, binatang yang berada selama beberapa waktu dengan temperatur yang mendekati batas temperatur yang kritis bagi kehidupannya menjadi lebih toleran temperatur. Selain itu, batas temperatur kritisnya menjadi makin lebar. Sebagai contoh, bila suatu spesies ikan yang biasanya mati pada temperatur air 38 oC dibiarkan selama beberapa hari terus menerus barada dengan temperatur 37 oC, ikan tersebut selanjutnya mungkin bisa bertahan hidup lingkungan temperatur 38 oC. Kematiannya mungkin terjadi bila mereka berada pada temperatur 39 oC atau lebih. Penyesuaian toleransi terhadap panas (hanya melibatkan temperatur saja) disebut aklimasi.
Perubahan faktor lingkungan abiotik utamanya seperti perubahan musiman dalam periode penyinaran (menentukan lama waktu siang hari dan malam hari), ketersediaan pakan, dll. yang berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama dapat mempengaruhi toleransi binatang. Pada kondisi yang demikian itu, berlangsung pengaturan fisiologi secara lebih mendalam sehingga memungkinkan binatang tersebut mampu bertahan hidup pada lingkungan yang berubah tersebut. Bentuk penyesuaian diri terhadap kondisi lingkungan yang berubah atau baru tersebut dan berlangsung dalam jangka waktu lama itu dikenal sebagai aklimatisasi. Sedangkan bentuk penyesuaian diri terhadap berbagai faktor lingkungan itu dikenal sebagai adaptasi. Jadi, aklimasi dan aklimatisasi merupakan macam-macam dari adaptasi.

Akuatik (air)
ekosistem sungai
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar.Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
Ekosistem estuari.
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.
Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai.Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
Kedalamannya lebih dari 6.000 m.Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya.Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.[
Ekosistem lamun.
Lamun atau seagrass adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal.Seperti hal­nya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak.Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan meng­hasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Terestrial (darat)
ekosistem hutan hujan tropis memiliki produktivitas tinggi.
ekosistem taiga merupakan hutan pinus dengan ciri iklim musim dingin yang panjang.
ekosistem tundra didominasi oleh vegetasi perdu.
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan.Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu.Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme.Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C.Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit.Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas.Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil[. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain.
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki emapt musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak)
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Karst (batu gamping /gua).
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.
Buatan.
sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah;
hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
agroekosistem berupa sawah tadah hujan
sawah irigasi
perkebunan sawit
ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
ekosistem ruang angkasa
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.
Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luarSemua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.



Komponen system umpan balik

Reseptor
Reseptor adalah bagian dari sistem syaraf yang berperan sebagai penerima rangsangan dan sekaligus sebagai pengubah rangsangan yang diterimanya menjadi impuls sensoris. Impuls sensoris inilah yang dikirimkan ke Sistem Syaraf Pusat. Stimulasi pada suatu reseptor merupakan informasi mengenai terjadinya perubahan dari lingkungan eksternal dan internal tubuh terhadap Sistem Syaraf Pusat. Selanjutnya, Sistem Syaraf Pusat akan mengolahnya dan memberikan jawaban berupa pengaturan yang sesuai, sehingga kelestarian hidup tetap terjamin dan terpelihara kelangsungannya. Stimulus, merupakan suatu bentuk energi yang banyak ragamnya di alam ini. Bentuk-bentuk energi tersebut adalah energi mekanis-tekanan, energi thermis-derajad suhu, energi khemis-bau,rasa, kadar O2 dan kadar CO2, energi cahaya-gelombang cahaya, energi suara-gelombang suara. Masing-masing reseptor disesuaikan untuk memberikan respons pada suatu bentuk energi tertentu. Bentuk energi khusus yang memberikan respons reseptor paling peka disebut rangsangan adekwat. Reseptor seringkali berada di dalam suatu wadah yang terbuat dari sel-sel non syaraf, membentuk suatu organ sensorik (mata,telinga dan lain-lain)

efektor
(Bio) organ, jaringan, sel yang mampu mengadakan reaksi terhadap rangsangan
molekul yang konsentrasinya mengatur kegiatan molekul protein dengan bereaksi dengan tapak pengikat spesifik pada protein

struktur dan fungsi organel sel

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
1. Selaput Plasma (Plasmalemma)Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer
Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan di lewati molekul tertentu saja.
Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).
Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain. Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
Organel Sel tersebut antara lain :
a. Retikulum Endoplasma (RE.)Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :• RE. Granuler (Rough E.R)• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
b. Ribosom (Ergastoplasma), Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
c. Miitokondria (The Power House), Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan KristaFungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.
d. Lisosom, Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
f. Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.
Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),terdiri dari:
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).• Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :• Karotin (kuning)• Fikodanin (biru)• Fikosantin (kuning)• Fikoeritrin (merah)
h. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut TonoplasVakuola berisi :• garam-garam organik• glikosida• tanin (zat penyamak)• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)• enzim• butir-butir patiPada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
i. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. MikrofilamenSeperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :• Selapue Inti (Karioteka)• Nukleoplasma (Kariolimfa)• Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti).Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang biru.• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.



Komposisi kimia sel
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.
Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
1). oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
  
2). mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
  
3). setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
 
4). hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
a. Air
Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous
b. Elektrolit
Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat,  Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c. Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai
berikut :
1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon  yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat
Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein  menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Demikian pula dengan mahluk hidup lain, senyawa kimia penyusun selnya sama. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma. Protoplasma merupakan substansi yang kompleks. Sebagian besar protoplasma tediri dari air. meski demikian protein memberikan ciri pada strukturnya. Senyawa organik dalam protoplasma berupa karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat.
Sistem transpor membran
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. Lalu lintas membran akan membuat perbedaan konsentrasi ion sebagai akibat dari dua proses yang berbeda yaitu difusi dan transpor aktif, yang dikenal sebagai gradien ion.[7] Lebih lanjut, gradien ion tersebut membuat sel memiliki tegangan listrik seluler. Dalam keadaan istirahat, sitoplasma sel memiliki tegangan antara 30 hingga 100 mV lebih rendah daripada interstitium.[8]
[sunting] Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
[sunting] Transpor aktif
Definisi transport aktif, pertama kali dicetuskan oleh Rosenberg sebagai sebuah proses yang menyebabkan perpindahan suatu substansi dari sebuah area yang mempunyai potensial elektrokimiawi lebih rendah menuju ke tempat dengan potensial yang lebih tinggi.[9] Proses tersebut dikatakan, memerlukan asupan energi dan suatu mekanisme kopling agar asupan energi dapat digunakan demi menjalankan proses perpindahan substansi.
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionofor. Ionofor merupakan antibiotik yang menginduksi transpor ion melalui membran sel maupun membran buatan.[10]
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.
Hormon tri-iodotironina yang dikenal sebagai aktivator enzim fosfatidil inositol-3 kinase dengan mekanisme dari dalam sitoplasma dengan bantuan integrin alfavbeta3. Lintasan enzim fosfatidil inositol-3 kinase, lebih lanjut akan memicu transkripsi genetik dari Na+ ATP sintase, K+ ATP sintase, dll, beserta penyisipan ATP sintase tersebut pada membran plasma, berikut regulasi dan modulasi aktivitasnya.
Metabolisme sel
Metabolisme sel adalah proses-proses pengubahan biokamis yang terjadi di dalam sel dan dapat di bedakan menjadi anabolisme atau penyusunan dan katabolisme atau penguraian. Penyusunan pada sel-sel hewan tidak seperti yang dalam sel tumbuhan, akan tetapi katabolismenya mempunyai kesamaan dengan sel tumbuhan meliputi peristiwa respirasi, yaitu pembokaran zat-zat makanan menjadi energi.
Tanaman dan binatang mengambil makanan yang terdiri atas protoplasma yang dibuat dari bahan protein, karbohidrat, dan lemak bersama-sama vitamin-vitamin, garam-garam dan air. Air dan garam anorganik diserap dari saluran pncernaan tanpa perubahan tetapi material protoplasmatis harus diubah sebelum dipergunakan. Sistim pencernaan ini merupakan suatu laboratorium.
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Metabolism total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil, oleh karena itu sel dapat menjalankan aktivitas hidup, di antaranya metabolisme.
Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.
Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Anabolisme/AsimilasI/Sintesis,
yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)

energi cahaya
6 CO2 + 6 H2O ———————————> C6H1206 + 6 02
klorofil glukosa
(energi kimia)

Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm.
2. Katabolisme (Dissimilasi),
yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut.
Contoh:
enzim
C6H12O6 + 6 O2 ———————————> 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal.
energi kimia
Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm.

Fisiologi saraf

JARINGAN SARAF
Neuron (sel saraf)
Merupakan unit anatomis dan fungsional sistem persarafan
bagian-bagian dari neuron :
- badan sel (inti sel terdapat didalamnya)
- dendrit : menghantarkan impuls menuju badan sel
- akson : menghantarkan impuls keluar dari badan sel


Klasifikasi neuron berdasarkan bentuk :
A Neuron unipolar
Terdpt satu tonjolan yg bercabang dua dekat dengan badan sel, satu cabang menuju perifer & cabang lain menuju SSP (neuron sensorik saraf spinal)
B Neuron bipolar
Mempunyai dua tonjolan, 1 akson dan 1 dendrit
C. Neuron multipolar
Terdpt beberapa dendrit dan 1 akson yg dpt bercabang-cabang banyak sekali
Sebagian besar organela sel pd neuron terdpt pada sitoplasma badan sel
Fungsi neuron : menghantarkan impuls saraf keseluruh tubuh (somatik dan viseral)
Impuls neuron bersifat listrik disepanjang neuron dan bersifat kimia diantara neuron (celah sinap / cleft sinaptik)
Zat kimia yg disinteis neuron & disimpan didalam vesikel ujung akson disebut neurotransmiter yg dpt menyalurkan impuls
Contoh neurotransmiter : asetilcolin, norefineprin, dopamin, serotonin, gama-aminobutirat (GABA)
2. Sel penyokong (Neuroglia pada SSP & sel schwann pada SST). Ada 4 neuroglia
- Mikroglia : berperan sbg fagosit
- Ependima : berperan dlm produksi CSF
- Astrosit : berperan menyediakan nutrisi neuron dan mempertahankan potensial biolelektrik
- Oligodendrosit : menghasilkan mielin pd SSP yg merupakan selubung neuron
3. Mielin
- komplek protein lemak berwarna putih yg menutupi tonjolan saraf (neuron)
- menghalangi aliran ion Na & K melintasi membran neural.
- daerah yg tidak bermielin disebut nodus ranvier
- transmisi impuls pd saraf bermelin lebih cepat dari pada yg tak bermelin, karena adanya loncatan impuls dari satu nodus kenodus lainnya (konduksi saltatorik)
Lima Bagian Utama Otak
Telensefalon(end brain)
Diensefalon (inter brain)
Mesensefalon (mid brain)
Metensefalon (after brain)
Mielensefalon (marrow brain)
Telensefalon(end brain)
à Hemisfer serebri
kortek serebri
sistem limbik (Bangsal ganglia, hipokampus, Amigdala)

Diensefalon (inter brain)
Epitalamus
Talamus
Subtalamus
Hipotalamus
Mesensefalon (mid brain)
Kolikulus superior
Kolikulus inferior
Substansia nigra
Metensefalon (after brain)
Pons
Serebelum
Mielensefalon
Medula oblongata

Pembagian sistem saraf secara anatomi :
SSP
Pembagian saraf tepi berdasarkan fungsinya
SELAPUT OTAK & MEDULA SPINALIS
Duramater
- merupakan lapisan terluar dari meningen
- ruang diantara tengkorak dan durameter disebut epidural
Arachnoid
- merupakan lapisan tengah meningen, terletak diantara lap duramater dan piamater
- ruang diantara lap duramater dan arachnoid disebut epidural
- ruang diantara lap arachnoid dan piamater disebut sub arachnoid
- cairan otak (CSF) berada didalam ruang subarachnoid
3. Piamater
merupakan lapisan terdalam dari meningen yang berhubungan langsung dengan korteks seribri
Supai darah otak
Otak mendapat suplai darah dari 2 arteri besar, yaitu :
1. Arteri karotis interna
2. Arteri vertebro basiler